Pembedahan Koreksi Skoliosis
I. Informasi Dasar Pembedahan
Nama Operasi: Operasi Koreksi Skoliosis
Item Pemantauan: Pemantauan Neurofisiologis Intraoperatif (IONM)
Perangkat Pemantauan: Monitor Stimulasi Saraf Intraoperatif Cynapse IONM
Tingkat Vertebra yang Dioperasi: Torakal 11 – Lumbal 5 (T11–L5)
Metode Anestesi: Anestesi Umum (Gabungan Inhalasi dan Intravena)
Informasi Pasien: Perempuan, berusia 61 tahun, mengalami nyeri punggung bawah selama lebih dari 20 tahun. Dirawat karena skoliosis degeneratif lumbal.

II. Gambaran Operasi dan Pemantauan
(1) Tujuan Operasi
Melakukan koreksi dan stabilisasi skoliosis melalui pendekatan posterior, mengurangi nyeri, dan memulihkan keseimbangan tulang belakang.
(2) Ringkasan Prosedur Operasi
Eksposur posterior segmen T11--L5;
Pemasangan 14 sekrup pedikel berhasil dilakukan;
Fusi selesai di tiga ruang intervertebralis;
Derotasi vertebra dan koreksi skoliosis dilakukan;
Pembedahan selesai dengan sukses, kehilangan darah dan durasi operasi sesuai harapan.
(3) Tujuan Pemantauan
Untuk terus mengevaluasi perubahan fungsi konduksi medula spinalis dan saraf selama pembedahan, segera mengidentifikasi kemungkinan cedera, memandu prosedur koreksi intraoperatif dan penempatan sekrup, serta meminimalkan risiko cedera saraf intraoperatif.
III. Konten Pemantauan dan Parameter Teknis
| Modul Pemantauan | Nama dalam bahasa Inggris | Tujuan Pemantauan Utama | Status dan Hasilnya |
|---|---|---|---|
| EMG Bebas | Elektromiografi Run-bebas | Pantau respons stimulasi saraf selama pemasangan sekrup | Gelombang normal, tidak ada pelepasan abnormal |
| TCeMEP | Potensial Evoked Motor Listrik Transkranial | Pantau jalur motorik dari korteks hingga tanduk anterior medula spinalis | Amplitudo stabil di semua kelompok otot, tidak ada penurunan signifikan |
| Sep | Potensial Terangsang Somatosensori | Pantau fungsi konduksi kolumna dorsalis medula spinalis | Latensi dan amplitudo normal, tidak ada keterlambatan atau hilangnya sinyal |
| Gelombang-D | Gelombang Langsung (Potensial Sumsum Tulang Belakang) | Memantau fungsi konduksi traktus spinal anterior | Gelombang jelas, amplitudo stabil, menunjukkan fungsi sumsum tulang belakang utuh |
![]() |
![]() |
![]() |
IV. Ringkasan Hasil Pemantauan
Sinyal pemantauan tetap stabil sepanjang prosedur, dengan perangkat beroperasi secara normal;
Semua saluran pemantauan (EMG Bebas, MEP, SEP, D-wave) menunjukkan gelombang yang jelas dan amplitudo stabil;
Tidak terjadi alarm untuk disfungsi neurologis atau perubahan gelombang signifikan selama operasi;
Operasi selesai dengan sukses, dengan pemantauan yang efektif memastikan keamanan sumsum tulang belakang dan saraf perifer.
V. Penilaian Pasca Operasi
Pasien pasca operasi sadar dengan gerakan anggota gerak baik, tanpa mati rasa atau penurunan kekuatan otot;
Pemantauan menunjukkan fungsi sumsum tulang belakang dan saraf yang tetap terjaga;
Pasien pulih dengan lancar, masa rehabilitasi dan lama rawat inap berkurang secara signifikan; kepuasan tinggi dilaporkan oleh pasien dan keluarga.
VI. Ringkasan dan Kesimpulan
Pemantauan neurofisiologis intraoperatif memainkan peran pelindung secara real-time yang sangat penting dalam operasi koreksi skoliosis:
Secara efektif mencegah cedera saraf yang disebabkan oleh koreksi, penempatan sekrup, dan manuver traksi;
Meningkatkan keamanan dan kemampuan kendali prosedur bedah;
Memastikan fungsi neurologis pascaoperasi tetap utuh, secara signifikan mengurangi kejadian komplikasi.
Kesimpulan: Sistem Cynapse IONM yang digunakan selama operasi ini beroperasi secara stabil, memberikan hasil pemantauan yang andal, serta menyediakan dukungan teknis penting bagi keberhasilan prosedur tersebut.
Hak Cipta © NCC Medical Co., Ltd. - Kebijakan privasi